top of page
Search

Sendiri.

Writer: Richard Wijaya
Richard Wijaya
Nov 18, 2022
2 min read

Updated: Nov 19, 2022


“Kok elu pergi sendiri sih?”


Itu perkataan orang-orang yang merasa bahwa pergi sendiri itu adalah hal yang aneh. Setiap kali aku mendengar perkataan itu, pikiranku mulai tercuci seolah-olah melakukan atau pergi sendirian itu adalah hal yang aneh. Namun kalau kupikir kembali sebenarnya tidak juga.

Kesendirian itu berbeda dengan kesepian, yang biasa orang liat ketika aku melakukan hal sendiri mereka akan berkata “Ga ada temen lu?” Ada saja, cuma ada berbagai hal yang bisa kudapatkan ketika sendiri. Sebagai orang pasif, seringkali aku akan hanya mengikuti arahan dari oranglain saja dan biasanya jarang untuk berpikir. Ini bukanlah hal yang buruk dan selain itu temanku ini juga hebat dalam mengatur perjalanan. Namun dalam diriku juga ada keinginan untuk mencoba memulai duluan dan itu hanya kudapatkan ketika aku melakukan hal itu sendirian. “Ya udah bisa aja kita kasih elu kesempatan untuk take a lead” Bisa aja, namun diriku ini mendapatkan sesuatu yang lebih ketika aku bisa melakukan aktifitas itu sendiri.

Kesendirian ini mengajarkanku untuk menemukan bagian-bagian diri. Ada berbagai keputusan yang berkontradiksi ketika aku bersama dengan yang lain. Aku tersadar bahwa aku seringkali lebih ikut-ikutan daripada mengambil bagian untuk berdiskusi ataupun memutuskan. Temen kampusku pernah bilang “Kalo ada yang lebih dominan dari gue, biasanya gue akan mengikuti saja arahan dari dia.” Mungkin itu yang dirasakan beberapa orang “pasif” yang ingin untuk take a lead.


Kesendirian mengajakku untuk mencaritahu dan menemukan berbagai hal baru yang biasanya mungkin tidak kutemukan ketika bersama dengan yang lain. Menariknya banyak hal itu juga ditemukan didalam diri kita sendiri. Pemikiran-pemikiran yang mungkin sering terkubur karena berbagai kesibukan yang kumiliki. Ketika diberi jeda dan menikmati waktu sendiri maka pemikiran itu akan terangkat kembali dan seiring berjalannya waktu akan terajut menjadi cara pikir baru yang mungkin mengubah cara pandang kita terhadap hidup. Namun tetap dalam berbagai hal baik yang kudapat dari kesendirian tetap satu hal yang tidak boleh terlupakan, yaitu kembali untuk bersosial pada kerabat, keluarga, dan sanak saudara. Pada ahkirnya waktu sendiri dan bersosial perlu untuk diseimbangkan

 
 
 

Recent Posts

See All
“Cinta Tanpa Syarat”

Pernah dengar istilah ini, nggak? Kata-kata yang terasa seperti omong kosong di era sekarang ini. Apakah mungkin cinta tanpa syarat ini bisa terjadi? Tentu di sekitar kita, bahkan dalam keluarga, bent

 
 
 
Diam

Diam. Itu yang kubutuhkan di beberapa waktu. Diam ini membantuku menyegarkan pikiran, jiwa, dan raga. Diam ini benar-benar diam ya. Maksudku, banyak orang terlihat diam, tapi pikirannya tetap sibuk—ta

 
 
 

Comments


Subscribe Form

Thanks for submitting!

©2020 by richardwijaya. Proudly created with Wix.com

bottom of page