top of page
Search

Mendengarkan.

Writer: Richard Wijaya
Richard Wijaya
Oct 22, 2020
2 min read

Updated: Jan 25, 2025

Mendengarkan. Sepertinya itu adalah hal yang terlihat mudah. Namun seringkali hal ini disepelekan oleh beberapa orang. Ketika kita mendengar biasanya akan terjadi interaksi antar lawan bicara yang satu mendengar satunya lagi bicara dan sebaliknya. Terkesan mudah tapi ketika seseorang ingin mengekspresikan perasaannya seperti sedang sedih atau kesal bagaimana biasanya kita merespon?


Dulu aku sering sekali berusaha untuk mencari solusi dari permasalahan mereka. Aku merasa ketika aku memberikan solusi itu artinya aku sudah berhasil membantu temanku atau siapapun itu. Tapi ternyata itu salah. Solusi tidak selalu menjadi jalan keluar. Ada orang yang hanya memerlukan seseorang untuk menjadi pendengar saja. Dulu ada seorang teman yang curhat kepadaku. Ketika aku mendengarkan dia, aku sambil berpikir lumayan lama "Apa solusi yang bisa aku berikan untuk dia ya" Aku berusaha menemukan jawaban sebelum dia selesai menceritakan kisahnya kepadaku dari situ apa ahkirnya terjadi? Yang terjadi aku tidak benar-benar menangkap apa yang dia alami. Aku terlalu sibuk untuk mencari solusi untuk satu temanku yang belom tentu dia butuh solusi dari diriku. Saat itu aku berkata "sorry bro, gue ga ada solusi yang baik untuk kondisi elu saat ini" Tapi dia jawab "Gapapa, yang gue butuhin cuma seseorang yang mau dengerin aja." Ketika mendengar itu tersadar bahwa

aku bersyukur setidaknya aku bisa membiarkan dia bercerita dan biarkan perasaan negatifnya keluar. Dengan mendengar kita setidaknya sudah melakukan hal yang baik pada oranglain.


Beberapa lama aku mencari orang yang bisa ku ajak cerita. Ketika dia memberikan solusi, ternyata aku merasakan hal yang sama. Ternyata aku hanya butuh seseorang untuk mendengarkanku. Tentu bukan artinya semua orang tidak butuh solusi. Tapi menurutku solusi bisa diberikan jika orang itu sendiri emang bertanya "menurut elu gimana". Ketika orang baru menanyakan hal itu diriku sudah mendengarkan dengan baik dan aku bisa ceritakan tentang diriku juga yang aku berharap itu bisa jadi solusi untuk dirinya. Itu pandanganku, menurut kalian gimana?


 
 
 

Recent Posts

See All
“Cinta Tanpa Syarat”

Pernah dengar istilah ini, nggak? Kata-kata yang terasa seperti omong kosong di era sekarang ini. Apakah mungkin cinta tanpa syarat ini bisa terjadi? Tentu di sekitar kita, bahkan dalam keluarga, bent

 
 
 
Diam

Diam. Itu yang kubutuhkan di beberapa waktu. Diam ini membantuku menyegarkan pikiran, jiwa, dan raga. Diam ini benar-benar diam ya. Maksudku, banyak orang terlihat diam, tapi pikirannya tetap sibuk—ta

 
 
 

Comments


Subscribe Form

Thanks for submitting!

©2020 by richardwijaya. Proudly created with Wix.com

bottom of page