Bali

Updated: Jan 25, 2025

Dari aku lahir sampai umur 21 tahun. Sejauh-jauhnya pergi, paling jauh yang ku pernah tempuh adalah Bandung. Jogja? Engga pernah, bahkan sampai saat ini aku belom pernah kesana. Ketika melihat teman yang asik dengan ceritanya, menceritakan indahnya kota Jogja, Bali dan sebagainya. Aku hanya bisa menceritakan bahwa aku tidak pernah pergi sejauh itu bahkan naik pesawat-pun tidak pernah sama sekali. Aku selalu membayangkan seperti apa indahnya luar sana dan pengalaman apa yang bisa didapatkan di sana. Bulan Desember 2019. Saudara ada mengajak pergi ke Bali dari tanggal 23 sampai 29 Desember untuk jalan-jalan sambil mengujungi teman-temannya yang tinggal disana. Tiket tersisa satu dan itu berarti salah satu dari kita terpilih untuk pergi kesana. Tentu saja ketika aku mendengar itu, aku langsung me-iyakan tanpa berpikir panjang dan ahkirnya pergilah aku kesana. Saat itulah keinginanku untuk naik pesawat terwujudkan (bukan ke Balinya hahaha).
Sesampainya di Bali, kita beristirahat dulu di satu Hotel. Lalu paginya kita menjemput satu orang dari Malang-Bali. Namanya Tina dia tinggal di Sentani, Jayapura, Papua. Dia merantau ke Malang untuk belajar. Setelah itu kita mulai menuju ke berbagai pantai yang ada di Bali seperti Dreamland Beach, Balangan Beach, Tegal Wangi Beach, Jimbaran Beach, dan lain-lainnya. Destinasi kita tidak jauh-jauh dari pantai karena saudara ingin pergi banyak jalan-jalan ke pantai. Mungkin alasannya ingin mengosongi diri Hahaha. Tapi tentu tetap jalan-jalan di pantai memberikan ketenangan batin tersendiri. Malamnya kami mengujungi Legian Kuta , dimana tempat tersebut terdapat Monumen Ground Zero Bali yang memperingati peristiwa Bom Bali 12 Oktober 2012. Selain di sana juga banyak bar yang mayoritas disana adalah orang bule, disana kita merasa sebagai kaum minoritas yang terasingkan hahaha.

Dari semua tempat yang kita kunjungi. Satu harapan yang kuinginkan adalah bisa merayakan malam natal di Gereja Kartedal Bali. Sodaraku ini seorang Kristen GBI dan tentu saja awalnya aku tidak enak untuk merepotkan mereka mengantarku ke Kartedal. Namun ahkirnya aku meminta dan syukurnya saudara juga pergi ke gereja pada jam yang sama. Sesampainya di gereja, tentu karena ini adalah perayaan malam Natal, se-jam sebelum ibadah mulai pasti kartedal sudah penuh dengan umat. Mau tidak mau aku harus duduk dibagian luar gereja dan kalau sebutan nyokap kita ibadat dengan tembok. Yah tak apa, setidaknya selesai ibadah aku tetap bisa masuk sebentar untuk melihat keindahan gedung tersebut.
Setelah itu paginya pada saat hari natal. Aku ikut dengan sodaraku ke GBI Rock. Ibadah tentu dilakukan dengan penuh nyanyian dan ada pengajaran dari Pendeta. Aku menikmati perayaannya. Kebetulan aku juga tipe orang yang suka dengan karismatik jadi ini menjadi hal yang menyenangkan untukku. Setelah itu kami membeli berbagai souvenir di toko Joger seperti baju dan snack untuk dibagikan kepada keluargaku dirumah.
Setelah berbagai hal yang kami lakukan. Kami pulang dengan naik bus dan menyebrang pulau dari pelabuhan gilimanuk menuju ketapang dengan menggunakan kapal. Setelah kapal sampai tujuan, bus kami berenti di Malang dan kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil dengan supir yang sudah kami booking. Di sana kami sambil mengantar Tina pulang ke tempat kosannya. sesampainya di kosan Tina, kami jalan-jalan memutari Malang terlebih dahulu bersama dua temannya. Kami pergi ke Milkindo Green Farm Kepanjen iseng jalan-jalan untuk melihat sapi.
Setelah itu kami berpisah dengan Tina dan teman-temannya, lalu melanjutkan perjalanan kami menuju Surabaya, di sana kami sudah memesan hotel satu malam disana.
Sesampainya kami di Surabaya, karena hotel tersebut menyatu dengan mall, aku bersama Grace menghabiskan waktu di sana dengan menonton film bioskop. Film yang kami tonton waktu itu adalah Imperfect dan Habibie Aiunun 3. Pertama kami menonton Imperfect terlebih dahulu. Setelah itu karena kita merasa menonton satu tidak cukup, ahkirnya kami lanjutkan dengan Habibie Ainun 3 hahaha. Setelah itu kami istirahat untuk melanjutkan perjalan pulang kami dengan transportasi kereta.
Kalau di ingat-ingat kembali perjalanan itu. Biarpun ada beberapa destinasi (menurut rekomendasi teman) yang ahkirnya tidak ku kunjungi. Tetap itu menjadi perjalanan memorable. Aku bersyukur karena aku bisa merasakan suasana baru yang memberikan banyak inspirasi di sana. Kalau misalnya ditanya ingin ke sana lagi, tentu aku Ingin sekali. Aku ingin pergi ke tempat yang temanku rekomendasikan hahaha. Terimakasih kepada Yi Tiu Chris dan Ii Eli yang sudah mengajak pergi ke Bali dan juga kepada Grace dan Tina yang sudah menemani liburan di Bali ini. Kapan-kapan kita bareng kesana lagi ya hahaha.

Comments